Selasa, 01 Juli 2014

Wisudawan Ber-IPK 3,96 Itu Diantar Ayahnya dengan Becak



Wisudawan Ber-IPK 3,96 Itu Diantar Ayahnya dengan Becak
Selasa, 10 Juni 2014 | 21:39
HUMAS/LINTANG HAKIM
Raeni menuju Auditorium Unnes untuk mengikuti wisuda diantar oleh Mugiyono, ayahnya, Selasa (10/6).

Perhatian para keluarga wisudawan dan puluhan wartawan langsung tersita pada Raeni, Selasa (10/6). Pasalnya, wisudawan dari Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Unnes ini berangkat ke lokasi wisuda dengan kendaraan yang tidak biasa. Penerima beasiswa Bidikmisi ini diantar oleh ayahnya, Mugiyono, menggunakan becak.
Mengapa becak? Ayahanda Raeni memang bekerja sebagai tukang becak yang saban hari mangkal tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Langenharjo, Kendal. Pekerjaan itu dilakoni Mugiyono setelah ia berhenti sebagai karyawan di pabrik kayu lapis.  Sebagai tukang becak, diakuinya, penghasilannya tak menentu. Sekira Rp10 ribu – Rp 50 ribu. Karena itu, ia juga bekerja sebagai penjaga malam sebuah sekolah dengan gaji Rp450 ribu per bulan.
Meski dari keluarga kurang mampu, Raeni berkali-kali membuktikan keunggulan dan prestasinya. Penerima beasiswa Bidikmisi ini beberapa kali memperoleh indeks prestasi 4. Sempurna. Prestasi itu dipertahankan hingga ia lulus sehingga ia ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,96. Dia juga menunjukkan tekad baja agar bisa menikmati masa depan yang lebih baik dan membahagiakan keluarganya.
“Selepas lulus sarjana, saya ingin melanjutkan kuliah lagi. Penginnya melanjutkan (kuliah) ke Inggris. Ya, kalau ada beasiswa lagi,” kata gadis yang bercita-cita menjadi guru tersebut.
Tentu saja cita-cita itu didukung ayahandanya. Ia mendukung putri bungsunya itu untuk berkuliah agar bisa menjadi guru sesuai dengan cita-citanya.
“Sebagai orang tua hanya bisa mendukung. Saya rela mengajukan pensiun dini dari perusahaan kayu lapis agar mendapatkan pesangon,” kata pria yang mulai menggenjot becak sejak 2010 itu.
Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan,apa yang dilakukan Raeni membuktikan tidak ada halangan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk bisa berkuliah dan berprestasi.
“Meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang, Raeni tetap bersemangat dan mampu menunjukkan prestasinya. Sampai saat ini Unnes menyediakan 26 persen dari jumlah kursi yang dimilikinya untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Kami sangat bangga dengan apa yang diraih Raeni,” katanya.
Ia bahkan yakin, dalam waktu tak lama lagi akan terjadi kebangkitan kaum dhuafa. “Anak-anak dari keluarga miskin akan segera tampil menjadi kaum terpelajar baru. Mereka akan tampil sebagai eksekutif, intelektual, pengusaha, bahkan pemimpin republik ini,” katanya.
Harapan itu terasa realistis karena jumlah penerima Bidikmisi lebih dari 50.000 per tahun. Unnes sendiri menyalurkan setidaknya 1.850 Bidikmisi setiap tahun.

ALIR PROSES PRODUKSI MULTIMEDIA




1. Pre production/ tahap perencanaan
Secara singkat pre production yaitu menentukan ide cerita kemudian mensketsakan beberapa adegan penting kedalam bentuk naskah cerita. Lalu dibuat storyboard untuk menerjemahkan naskah menjadi cerita yang lebih detail. Dibuat karakter tokoh dan backround awal. Lalu membuat keyframe.
  • Concept Production.
  1. Audience
  2. Tittle gendre
  3. Marketing requitment
  4. Budget Parameter
  5. Schedule requ
  6. Title goal
  7. itment
  • Design
  1. Story/content/service
  2. Information Architecture
  3. Visual and sound technical
  4. Interactive
  5. Navigation
  • Production Plan
  1. Storyboard/content outline
  2. Budgeting
  3. Scheduling
  4. Asset management
  5. Staffing
  • Documentation
  1. Design
  2. Production plan
  • Assemble Team
  1. Designer
  2. Art director
  3. Audio producer
  4. Producer
  5. Technical designer
  6. Writer and editor
  7. Graphics artist
  8. Camera man
  9. Programer
  10. Composer
  11. Content specialist
  12. Technical asistent
  13. Production asistent
  14. Right and researcher
  15. Lauyer
  • Building Prototype
  1. Test our design direction
  2. Prove out technology component
  3. Brainstorming

2.        Production
Tahap produksi merupakan tahap ketika proyek multimedia di render kemungkinan terjadi menghadapi masalah-masalah misalnya ketika file grafis lenyap dari server atau lupa mengirim, ketika suara hilang ataupun hard disk mengalami crash.
Gambar 4.  Production
Ilustrasi pelaksanaan produksi Multimedia

Proses ini terdiri dari :
a.       Konten Penciptaan
o Grafis
o Teks
o Animasi
o Video
o Suara EFX
o Musik
b.      Pemsrosesan isi: Proofing, editing, assembly, formatting, compression, Sesuaikan dengan isi, tujuan pesan  mungkin juga pengguna dari produk ini
o Proofing / pemeriksaan
o Mengedit
o Majelis
o Format
o Kompresi
c.       Penciptaan Perangkat Lunak
o Authoring
o pengembangan perangkat lunak kustom
o Menerapkan perilaku interaksi judul
o Penerapan database dan layanan backend lainnya
d.      Pengintegrasian isi dan software harus memudahkan  pelanggan/ pengguna untuk mengakses atau menggunakannya, serta software yang digunakan harus up  date
o Sangat dekat hubungan antara konten dan piranti lunak
o Salah satu tidak dapat melanjutkan jauh tanpa yang lain
o versi perangkat lunak berhasil dan konten berjalan dengn baik
e.       Merevisi desain
o pengujian informal pengguna
o pengujian formal pengguna
o Berdasarkan hasil tes, merevisi dokumen desain
f.       Pembekuan desain
g.      Merevisi isi dan software mengikuit desain akhir, produk yang terbaik biasanya hasil dari umpan balik yang berkesinambuangan dan modifikasi yang yang di implemantasikan pada seluruh proses produksi
h.      Membangun versi Alpha
Ditetapkannya fungsionalitas, mayoritas melengkapi implementasi, mengintegrasikan semua modul lengkap dengan judul dalam bangunan
i.        Pertama pengujian dan pelaporan bug untuk kesalahan fungsional dan konten
j.        Mengevaluasi laporan bug dan menentukan yang akan diperbaiki
Mengevaluasi setiap hambatan yang terjadi, hasil evaluasi harus dibuat catatannya serta catatan antisifasinya ini penting untung pegangan proyek berikutnya yang akan dibahas pada saat memulai proyek selanjutnya, untuk menge-liminir kesalahan serta gangguan
k.      Merevisi perangkat lunak dan konten didasarkan pada evaluasi bug
temuan – temuan dijadikan acuan untuk merisi kekurangan baik,itu berupa software atau isi.
l.        sisa bagian Lengkap dari judul
m.    Membangun versi Beta judul lengkap
o fungsionalitas penuhtidak sepenuhnya diuji
3.        Post Production
Gambar 5. Post-Production
Setelah proses produksi maka akan dihasilkan footage atau koleksi klip video. Untuk membangun dan menyampaikan cerita, maka harus mengedit dan menyusun klip-klip tersebut dan tentu saja menambahkan visual effects, gambar, title dan soundtrack. Proses diatas disebut dengan postproduction atau pasca produksi. Berikut ini merupakan aplikasi dari Adobe yang khusus dirancang untuk proses pasca produksi :
a.       Adobe Premiere Pro, aplikasi editing yang realtime untuk para professional dalam bidang digital video production.
b.      Adobe After Effect, sebuah aplikasi khusus untuk Motion Graphics dan Visual Effect
c.       Adobe Audition™, aplikasi professional untuk pengolahan audio digital.
d.      Adobe Encore™ DVD, aplikasi professional untuk DVD authoring.
Selain aplikasi-aplikasi diatas, dikenal pula dua aplikasi grafis professional yang juga memainkan peranan penting dalam menghasilkan elemen grafis berkualitas tinggi, aplikasi tersebut adalah Adobe Photoshop® dan Adobe Illustrator®. Pada bab lain akan dibahas pula metode integrasi berbagai produk Adobe untuk keperluan pasca produksi
Proses Ini Meliputi
1.     Pengujian versi Beta dan pelaporan bug untuk kesalahan fungsional dan konten
a.       Proof content / Bukti konten - teks, gambar, suara, kreditdll
b.       Proof interaction / Bukti interaksi - link yang benartanggapantindakan
c.       Check for unexpected interactions /Periksa interaksi tak terduga - desain adalah selalu tidak lengkap dan tidak mengantisipasi segala sesuatu yang dapat terjadi
d.      Check for crashes/ Periksa untuk crash
2.     Mengevaluasi laporan bug dan menentukan yang akan diperbaiki
3.     Merevisi perangkat lunak dan konten didasarkan pada evaluasi bug
4.     Ulangi tes, laporanmerevisi siklus sampai bug dikurangi sampai tingkat yang dapat diterima
5.     Lepaskan Golden Master ke publik untuk situs web  atau manufaktur
6.     Arsip semua bahan produksi
a.     Sumber aset - foto, video & kaset audio, dokumen, dll
b.     Master file digital - grafis, audioteks, videodan hal lain dalam resolusi tinggiformat diedit
c.     Akhir aset
d.     Perangkat Lunak
e.     alat Kustom
f.      Dokumentasi
7.     Menyampaikan Arsip & Dokumentasi untuk klien
8.     Promosikan situs