Materi
MANAJEMEN KONFLIK

SMK NEGERI 3 BOMBANA
TAHUN 2013
Dalam interaksi
sosial antar individu atau antar kelompok, konflik sebenarnya adalah hal yang
alamiah. Dulu konflik dianggap sebagai gejala atau fenomena yang tidak wajar
dan berakibat negatif, tetapi sekarang konflik dianggap sebagai gejala yang
wajar dan dapat berakibat negatif maupun positif, tergantung pada
pengelolaannya.
Definisi
Konflik
·
Situasi yang
terjadi ketika ada perbedaan pendapat atau perbedaan cara pandang di antara
orang, kelompok, atau organisasi.
·
Sikap saling
mempertahankan diri di antara dua pihak yang memiliki tujuan dan cara pandang
yang berbeda.
Penyebab
Konflik
A.
Faktor Manusia
o Ditimbulkan
oleh pemimpin, terutama gaya kepemimpinannya
o Personil yang
mempertahankan peraturan secara kaku
o Kepribadian dan
karakter yang individual, egosis, fanatik dan otoriter
B.
Faktor Organisasi
o Persaingan
dalam menggunakan sumber daya (uang, fasilitas, atau jabatan) oleh personil
organisasi
o Perbedaan
tujuan antar divisi atau departemen dalam sebuah organisasi
o Interdependensi
tugas (saling ketergantungan antara pihak-pihak yang ada dalam organisasi)
o Perbedaan nilai
dan persepsi antar pelaku dalam jabatan yang berbeda dalam organisasi
o Kekaburan batas
wilayah kewenangan dalam organisasi
o Masalah Status yang menimbulkan persaingan yang
tidak sehat dalam organisasi
o Hambatan
komunikasi, baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan.
Akibat yang Ditimbulkan
dari Konflik
Þ
Akibat negatif
a.
Menghambat
komunikasi
b.
Mengganggu
keeratan hubungan
c.
Mengganggu
kerjasama atau team work
d.
Mengganggu
produktifitas bahkan dapat menurunkan produktifitas organisasi
e.
Menumbuhkan
ketidak puasan terhadap pekerjaan
f.
Individu atau
personel mengalami tekanan stress, mengganggu organisasi, menimbulkan
kecemasan, frustasi, dan lain sebagainya
Þ
Akibat positif
a.
Membuat
organisasi hidup dan dinamis
b.
Berusaha
menyesuaikan diri dengan lingkungan
c.
Melakukan
adaptasi sehingga timbul perbaikan dalam organisasi
d.
Memunculkan
keputusan yang bersifat inovatif
e.
Memuculkan
persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat
Cara atau
Taktik Mengatasi Konflik
Secara garis besar, ada dua model penyelesaian, yakni
dengan diatasi oleh pihak-pihak yang bersengketa dan yang menggunakan bantuan
pihak luar.
1.
Diatasi Oleh
Pihak-pihak yang bersengketa
F Rujuk
Merupakan usaha pendekatan dan hasrat untuk bekerjasaa
dan menjalani hubungan yang baik
F Persuasi
Usaha mengubah posisi pihak lain dengan bukti fakta
yang ada serta dengan menunjukkan keuntungan yang kita usulkan yang sesuai
dengan norma keadilan yang ada
F Tawar-menawar
Suatu penyelesaian yang dapat diterima kdua belah
pihak dengan saling mempertemukan pendapat yang bisa diterima kedua piak
F Pemecahan Masalah Terpadu
Usaha menyelesaikan masalah dengan mempertemukan kebutuhani dari kedua belah pihak secara
terbuka dan jujur untuk meraih keuntungan bersama
F Penarikan diri
Suatu penyelesaian masalah di mana salah satu pihak
menarik diri untuk menghindari benturan yang lebih parah
F Pemaksaan dan Penekanan
Cara ini memaksa dan menekan pihak lain untuk
menyerah. Akan lebih efektif bila pihak lain memiliki popularitas atau kekuatan
yang lebih.
2.
Intervensi
(campur tangan) pihak ketiga
F Arbitrase
Pihak ketiga mendengarkan keluhan dari kedua belah
pihak dan berfungsi sebagai hakim
yang mencari pemecahan yang mengikat bagi kedua belah pihak. Cara ini mungkin
tidak merata bagi kedua belah pihak, namun dianggap lebih baik daripada terjadi
muncul perilaku saling agresi (serang).
F Penengahan
Menggunakan pihak ketiga sebagai mediator untuk
menengahi sengketa. Pihak ketiga berupaya mengumpulkan data dan fakta yang ada,
sedangkan keputusan tetap berdasarkan keputusan dari kedua belah pihak yang
bersengketa.
F Konsultasi
Pihak ketiga berfungsi sebagai konsultan, di mana pihak-pihak bersengketa berkonsultasi kepada pihak
ketiga untuk memecahkan masalah.
Hal-hal yang
Perlu Diperhatikan dalam Mengatasi Konflik
1.
Ciptakan sistem
dan pelaksanaan komunikasi yang efektif
2.
Cegah konflik
yang destruktif (merusak) sebelum terjadi
3.
Tetapkan
peraturan dan prosedur yang baku terutama yang menyangkut hak bersama
4.
Pimpinan
mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan konflik yang muncul
5.
Ciptakan iklim
dan suasana kerja yang harmonis
6.
Bentuklah team work dan kerja sama yang baik antar
kelompok atau unit
7.
Semua pihak
hendaknya sadar bahwa semua unit merupakan organisasi yang saling mendukung,
jangan ada yang merasa paling hebat
8.
Binalah dan
kembangkanlah rasa solidaritas, toleransi, dan salingp pengetian
Pengelolaan Konflik
Konflik dapat dicegah atau dikelola dengan:
1)
Disiplin
Setiap pihak harus mengetahui dan memahami setiap
peraturan yang ada dan menjadi citra diri organisasi
2)
Pertimbangan
Pengalaman dan Tahapan Kehidupan
Konflik dapat dikelola dengan pembinaan kepada seluruh
komponen yang ada. Misalnya: pembina membina senior, kemudian senior membina
junior, kemudian dalam kurun waktu tertentu junior dapat menduduki posisi
penting
3)
Komunikasi
Upaya komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan
yang kondusif dan terarah
4)
Mendengarkan
Secara Aktif
Mendengarkan secara aktif setiap argumen dan keluhan
dari seluruh komponen organisasi merupakan upaya positif untuk membentuk
kebersamaan dan team work yang baik
Interaksi
Pengelolaan Konflik
Paradigma (pola pikir) yang ada ketika menyikapi
interaksi pengelolaan konflik ada beberapa hal yakni:
Þ
Win-Lose (Menang – Kalah)
Paradigma ini menyatakan bahwa “saya harus menang,
anda harus kalah”. Dalam interkasi ini seseorang biasanya menggunakan kekuasaan,
jabatan, dan mandat yang dia miliki untuk mendapatkan
apa yang dia inginkan. Sikap Win-Lose dapat muncul dalam beberapa hal, di
antaranya:
o Mencoba untuk
berada di atas orang lain
o Iri dan dengki
atas keberhasilan orang lain
o Selalu mencoba
memaksakan kehendak baik melalui jalur kekuasaan ataupun intruksi
o Mencoba berada
di atas orang lain, baik secara fisik, emosional, untuk kepentingan diri
sendiri
Þ
Lose-Win (Kalah – Menang)
Dalam gaya ini seseorang menggunakan dirinya untuk
berusaha menyenangkan orang lain dan membuat orang lain bersimpati kepadanya.
Orang seperti ini berusaha mencari popularitas
dan penerimaan, sehingga ia
mendapatkan keuntungan dari kekuasaan atau kekuatan orang lain untuk keuntungan
pribadinya.
Þ
Lose-Lose (Kalah – Kalah)
Paradigma ini tercipta ketika ada dua belah pihak
bertemu dan sama-sama menggunkan konsep menang-kalah.
Ketika kedua belah pihak sudah tidak dapat menyelesaikan secara sehat, maka
muncullah prinsip “bila tidak ada yang menang, maka keduanya harus sama-sama
kalah”. Konsep ini berpusat pada kerugian musuh untuk kepuasan pribadinya
Þ
Win-Win (Menang – Menang)
Konsep ini adalah kerangka pikiran dan hati yang
terus-menerus mencari keuntungan bersama dalam semua interaksi. Menang-Menang berarti
mengusahakan semua pihak merasa senang dan puas dengan pemecahan masalah atau
keputusan yang diambil. Peradigma ini memandang kehidupan sebagai arena kerja
sama bukan sebagai arena persaingan. Paradigma ini menimbulkan kepuasan untuk
kedua belah pihak dan dapat meningkatkan kerja sama yang efektif serta keeratan
yang baik.
Bagaimana
Menemukan Solusi Permasalahan yang Membuat Anda dan Orang Lain Merasa Menang??
1.
Capailah Kemenangan Pribadi
Berpikir Win-Win
dimulai dari diri sendiri. Jika kita tidak dapat menemukan paradigma Win-WIN,
maka kita akan sulit mencapai kemenangan pribadi. Untuk mencapai kemenangan
pribadi, rasa syukur yang TOTAL akan membuat anda menang dalam kondisi apa pun.
Sehingga anda akan merasa turut senang dengan keberhasilan oarng lain.
2.
Hindari Kompetisi Tidak Sehat
Kompetisi sebenarnya mendorong kita untuk menjadi
lebih baik dan berprestasi. Kompetisi dapat membuat kita lebih maju. Namun
kompetisi yang negatif akan membuat kita merasa tidak aman sebab tertekan
dengan sikap iri dan dengki.
3.
Hindari Perbandingan Negatif
Membandingkan diri dengan orang lain adalah sesuatu
yang tidak baik. Ini beda dengan memotivasi
diri dengan melihat orang lain. Sebab memotivasi diri dengan melihat
kesuksesan atau keilmuan orang lain. Membandingkan diri dengan melihat
keberuntungan atau keberhasilan orang lain, maka kita akan merasa tertekan
untuk mencari kelebihan atau kelemahan orang lain.
Diunduh Oleh Y.Wahyu: http://pac-ipnu-ippnu-baron.blogspot.com/2012/02/materi-manajemen-konflik.html/
3 Juli 2013, 20.55 Wita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar